BAPER’s TALK: Hal-Hal yang Tidak Bisa Dilakukan Setelah Menikah

Selamat datang kembali di BAPER’s TALK, setelah hampir tiga minggu kami absen. Hehe…. Dan tema yang kami ambil di episode yang ke-sekian ini adalah, hal-hal yang kami tidak bisa lagi lakukan setelah menikah.

tidak bisa dilakukan setelah menikah

Memang kondisi saat seseorang masih lajang, dengan orang yang sudah menikah akan memiliki habit yang berbeda cukup jauh. Banyak hal-hal yang biasanya bisa dengan bebas dilakukan saat jomblo, begitu menikah hal-hal tersebut mau tidak mau harus ditinggalkan. Biasanya lebih ke persoalan kepentingan pribadi dengan kepentingan rumah tangga.

Hal-hal yang tidak bisa dilakukan setelah menikah, kalau menurut saya sih bisa dibagi menjadi dua sub-poin. Poin pertama adalah hal-hal yang ‘memang’ tidak bisa atau tidak boleh dilakukan setelah menikah, dan poin ke-dua adalah hal-hal yang sengaja ditinggalkan setelah menikah.

BACA JUGA POSTINGAN: IHWAN HARIYANTO & PRIYO HARJIYONO

I. Hal-Hal yang Tidak Bisa/Tidak Boleh Dilakukan Setelah menikah

Beberapa hal yang memang tidak boleh dilakukan setelah saya menikah adalah:

1. Genit Ke Cewek Lain

Intinya sih hal ini berkaitan dengan ‘perempuan spesial yang ada di hati’, selain istri. Karena setiap istri pasti memiliki hati dan keinginan untuk tidak diduakan oleh suaminya, pengennya sih mereka bisa jadi yang pertama dan terakhir dan satu-satunya bidadari hati bagi suaminya sampai akhir hayat. Kebanyakan pasti mereka akan cemburu buta jika suaminya terdeteksi memiliki cemewe-an lain.

Meskipun hal ini agak bertentangan dengan sunah rosul, dimana setiap laki-laki muslim mempunyai hak memiliki istri maksimal empat. Sekali lagi, EMPAT. 4 (empat). Four. OPAT.  Sekawan.

Tapi ya, istri juga manusia. Pasti punya rasa cemburu dan nggak mau diduakan. Jangan samakan dengan pisau belati!

Untuk itulah, saya sangat menghindari genit dengan perempuan lain. Karena selain menjaga perasaan istri tercinta, juga menjaga diri dari kebablasan. Namanya juga manusia biasa, jangan samakan dengan pisau belati. Takutnya sekali bablas, bisa bablas semuanya.

2. Nginep Semena-Mena

Dulu, jaman masih kuliah. Saya termasuk orang yang cukup aktif di organisasi, terutama di UKM (Unit Kegiatan Mahasiswa). Saat itu UKM yang saya ikuti adalah UKM Musik, mulai dari kepengurusan, jadi panitia diklat, panitia event dan lain-lain. Sampai sering banget menginap di UKM, pulang pagi- siangnya berangkat lagi.

Pernah juga waktu itu band saya dapat tawaran main reguler di salah satu kafe di Sidoarjo, sekali naik panggung harus bawain lagu selama tiga jam. Otomatis song list harus diperbanyak dong. Untuk mengejar song list tersebut, kami sampai harus menginap di studio UKM ngulik lagu-lagu baru. Karena waktu itu, ngulik lagu di malam hari adalah jam paling tepat. Soalnya sepi, nggak ada gangguan. Kecuali nyamuk.

Nah, kalau sekarang nggak bisa lagi kayak gitu sob. Mau nggak dibukain pintu sama istri! 😀

3. Boros

Kalau ini mah hukumnya haram bagi para suami, kecuali jatah bulanan yang diberikan ke istri setiap bulannya sisa sekian juta. Tapi tetep saja sih, sebaiknya jangan boros deh.

Laki-laki adalah orang yang biasanya agak susah me-manage soal keuangan rumah tangga, itulah kenapa kebanyakan istri yang dipercaya untuk mengelola keuangan. Termasuk saya.

Dulu jaman masih bujang, duit mah kayak ngalir gitu aja. Entah kemana ngalirnya, tiba-tiba gaji bulanan sisa hanya sekian lembar ribuan saat akhir bulan.

Kalau sekarang, jatah buat belanja istri harus dipenuhi mas sob. Nggak bisa ngalir begitu saja, meskipun istri sendiri juga kerja dan memiliki penghasilan.

“Kalau borosnya buat anak gimana Om?”

Sebenarnya, sebaiknya jangan juga! Boros buat anak itu biasanya identik dengan memanjakan anak. Terlebih bagi seorang ayah, yang seringnya nggak tegaan kalau anak minta dibelikan sesuatu. Termasuk saya.

Istri saya sering marah kalau saya boros buat anak, ya tahulah kalau anak sekalinya diajak ke minimarket, ada saja yang diminta. Malah kadang yang diminta harganya nggak murah. Kalau nggak diturutin anak nangis, kasihan. Diturutin, emaknya marah-marah, katanya manjain anak. Terlebih Abel, anak pertama saya itu nemplok banget sama saya. Kemanapun saya pergi, dia pasti pengen ikut.

Tapi kalau ditelaah kembali, cara istri mendidik agar tidak memanjakan anak ada benarnya juga. Selain boros buat anak itu tidak baik bagi kesehatan dompet, juga anak jadi ngalem. Kalau keinginannya nggak bisa terwujud, dia ngambek, stress, bahkan histeris. Hal ini bisa buruk bagi perkembangan anak, dimana kalau sudah gede anak harus kuat untuk menghadapi kerasnya dunia.

DUNIA ITU KERAS JENDERAL!!!

Hal-Hal yang Sengaja Ditinggalkan Setelah Menikah

1. Nge-band

Seperti yang sudah saya sebutkan di atas, saya dulu aktif di UKM Musik dan pernah tergabung di banyak band. Saya pernah tergabung di lebih dari sepuluh band, yang nggak pernah terkenal. Palingan, terkenal di area lokal doang sih, belum sampai interlokal, hehe.

Beberapa kali punya lagu baru, tapi baru sekali rekaman dan tergabung di salah satu album indie Surabaya. Kalau mau dengar, monggo di-Klik di bawah ini. Nama band-nya Ganbatte, judul lagunya Ajari Aku, ciptaan Kang Sasmita.

Enjoy!

Ganbatte itu band dari tahun 2004 kalau nggak salah, hehe jadul bingits lah.

Terakhir bikin band itu namanya My Lord, bawain lagu-lagunya PeeWee Gaskins dan Paramore. Nah, pas sebulan sebelum menikah, saya mengundurkan diri dari My Lord. Alasannya pengen adem tentrem saja menjalani rumah tangga. You know-lah, jadi anak band itu mau nggak mau selalu dekat dengan hingar bingar. Keputusan saya saat itu sempat disayangkan sama personil lainnya, (Iya kah?) hehe, iya sih mereka sedih saya mengundurkan diri. Tapi nggak lama mereka dapat drummer baru yang lebih kece, dan aku dilupakan! Sedih!!!

Hehe, nggak segitunya sih. Waktu mereka manggung di salah satu di salah satu event, saya sempat dikabari dan waktu itu saya datang sama istri pas lagi hamil anak pertama. Kami tetep saling support kok, sayang sih sekarang band My Lord sudah bubar. Kebanyakan sudah berumah tangga sekarang, 🙂

Tapi, setelah menikah, saya sempat membentuk band baru. Bukan buat ngeband beneran kok. Jadi ceritanya waktu itu di tempat saya bekerja, dibuka pendaftaran untuk band main di acara panggung 17 Agustusan. Spontan saya langsung bikin band baru bersama teman-teman kerja. Setelah acara panggung 17 Agustusannya kelar, band-nya juga ikut kelar. 😀

2. Tinggal Bersama Orangtua

Tidak ada yang salah kok kalau setelah menikah masih tinggal bareng orangtua, sah-sah saja. Tapi keputusan ini saya dan istri ambil untuk beberapa alasan. Salah satunya nggak mau terlalu tergantung sama orangtua, meskipun kenyataannya sesekali masih nggantung sama orangtua.

Seperti kerjaan saya, saya kebetulan buka toko numpang di rumah ortu. Kemudian setiap hari masih sering nitip anak-anak ke ortu. Bahkan untuk urusan finance, masih sering ngutang duit ke ortu. Duh, yah mau gimana lagi, ortu punya usaha toko dan bengkel yang cukup sukses dengan beberapa anak buah. Sedangkan saya dan istri masih dalam proses perjuangan.

Ortu sering banget menyarankan kami buat tinggal bersama mereka, bahkan mereka menyiapkan tempat khusus buat kami di rumah. Tapi kami masih yakin dengan pilihan kami untuk tidak tinggal serumah dengan orangtua, meskipun agak terseok-seok tapi kami bangga.

🙂 🙂 🙂

You may also like...

2 comments

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *