Bagaimanakah Perkembangan Bisnis Startup di Indonesia?

Barangkali ada yang belum mengetahui apa itu bisnis startup, bahwa belakangan seiring dengan berkembangnya internet di Indonesia, bisnis startup semakin banyak bermunculan. sendiri berarti suatu perusahaan yang dijalankan oleh perorangan atau badan berbasis internet, yang tujuan utamanya adalah untuk mempermudah masyarakat dalam memenuhi kebutuhannya.

bisnis startup indonesia

Beberapa jenis bisnis startup seperti toko-toko online, perusahaan jasa online, charity platform, hingga yang belakangan banyak mendapat sorotan seperti ojek online ataupun taksi online. Bisnis-bisnis tersebut pada dasarnya menggunakan jaringan internet sebagai medianya, dan bertujuan untuk memudahkan masyarakat dalam memenuhi kebutuhannya adalah salah satu syarat utamanya.

Ada beberapa jenis bisnis yang biasa digunakan, ada bussiness to bussiness (B2B), bussiness to customer (B2C), customer to bussiness (C2B) dan customer to customer (C2C). Namun yang paling sering digunakan dalam bisnis startup adalah jenis B2B dan B2C.

Mari kita lihat perbedaan antara B2B dan B2C!

1. Bussiness to Bussiness (B2B)

B2B artinya, dari dari suatu perusahaan yang menjalankan bisnisnya untuk keperluan bisnis orang lain. Contoh saja misalnya ojek online. Perusahaan ojek online menjalankan bisnisnya untuk membantu para driver dan perusahaan lain seperti bisnis rumah makan, atau restoran. Artinya produk yang mereka kelola, adalah untuk keperluan bisnis orang lain.

Ada juga platform marketplace jual-beli online, mereka membantu dengan memberikan ruang atau platform untuk orang lain, baik perorangan maupun badan perusahaan untuk berjualan online.

Model bisnis ini sangat membantu banyak pihak, tidak hanya membantu mereka yang sebelumnya sudah menjalankan bisnis, namun juga mampu membuka lapangan pekerjaan baru bagi mereka yang ingin memulai bisnis karena kemudahan yang diberikan.

Sebut saja berapa orang yang sebelumnya hanya menjadi buruh pabrik, pegawai kantoran atau pengangguran, karena perusahaan startup ojek online memberikan kemudahan, akhirnya banyak yang mendapat penghasilan tambahan dengan menjadi bang ojek. Begitu juga dengan platform marketplace jual beli online, banyak yang akhirnya berani membuka toko online dan mendapat penghasilan dari sana. Bahkan ada yang fokus dan bekerja penuh menjadi penjual online lewat platform tersebut.

Contoh lain dari model bisnis ini adalah affiliasi dan dropship.

2. Bussiness to Customer (B2C)

Model bisnis lain adalah Bussiness to Customer (B2C), yang artinya bisnis yang dijalankannya memang ditujukan untuk pasar pengguna (customer). Sebut saja penjual baju online. Produk yang dijual, memang dipasarkan untuk keperlauan kustomer langsung. Atau juga perusahaan jasa seperti jasa tukang las dan bangunan yang menggunakan platform online untuk memasarkan jasanya.

Di satu sisi, pihak pengusaha terbantukan karena perusahaannya lebih dikenal masyarakat luas lewat internet, di sisi lain costumer juga sangat terbantukan dalam mencari apa yang mereka butuhkan.

Lalu Bagaimanakah Perkembangan Bisnis Startup di Indonesia?

Bisa dibilang Indonesia sudah sangat melek startup, berawal dari beberapa startup digital yang tiba-tiba muncul dengan pendanaan dari investor hingga jutaan dollar. Dan kemudian menjadi startup raksasa di Indonesia. Kemudian di sekitar tahun 2016, bapak presiden Jokowi mencanangkan program 1000 startup digital setelah beliau berkunjung ke Silicon Valley. Sejak itu, ribuan startup pun bermunculan dengan berbagai ide-ide kreatif mereka.

Kreatif boleh, tapi strategi bisnis dan pangsa pasar juga yang menentukan. Dari ribuan startup digital yang bermunculan, hanya ada segelintir saja yang mampu bertahan dan berkembang. Belum lagi masalah perijinan dan perpajakan yang masih ‘abu-abu’ sehingga masih banyak menimbulkan kontroversi di masyarakat.

Bisnis startup di Indonesia akan terus berkembang, seiring dengan berkembangnya teknologi. Generasi milenial jaman now, adalah generasi yang kreatif. Dengan hanya bermodalkan hobi bermain game online saja sudah bisa menghasilkan uang hingga ratusan juta Rupiah. Apalagi mereka yang lebih serius di bisnis startup digital ini. Mungkin, pemerintah lebih menggodok lagi soal perijinan dan perpajakan mengenai bisnis online, agar tidak terkesan menghambat perlajuan bisnis ini sehingga tertinggal jauh dari negara-negara lain.

You may also like...

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *