Anak Super Aktif, Orangtua Kudu Ekstra Sabar!

Anak pertama saya, Abel. Duh buset dah, tingkahnya nggak bisa diem banget. Sikap super aktifnya memang sudah terlihat sejak dari mulai bisa merangkak. Di saat anak lain seusianya kalau didudukkin bisa diam, Abel disuruh diam 5 detik saja sudah gerah pengen kesan-kemari.

anak super aktif
Saya dan Abel di Kampung Budaya – Karawang

Saat ini Abel sudah masuk sekolah TK-A, waktu ambil rapor semester kemarin, bunda (panggilan untuk guru di TK tempat Abel menuntut ilmu) wali kelas Abel berkata kalau Abel di kelas itu nggak bisa diem banget.

Sukanya duduk di belakang, mainan sama anak-anak cowok.

Mungkin dia agak kurang suka mainan sama temen cewek yang gemulai dan lemah lembut. Sedangkan Abel, tingkahnya udah kayak cowok banget. Tapi belakangan kata bunda-nya dia sekarang sudah mulai mau memperhatikan ketika bunda mengajar, nggak banyak lari-larian dan bisa mengikuti pelajaran dengan cukup baik.

Nggak hanya di sekolah, guru ngajinya di TPQ juga sering laporan, kalau Abel itu anaknya nggak  bisa diam. Saat yang lain baca materi pengajian, Abel mah lebih banyak lari-larian, sama anak cowok lagi. Huh!

Kalau kata beberapa pakar mah, anak yang aktif banget itu biasanya cerdas dan sebenarnya punya kelebihan yang nggak dimiliki oleh anak lain. Yaa, saya percaya saja sih, apapun itu yang penting untuk kebaikan Abel akan saya lakukan.

Salah satu kelemahan Abel adalah, dia masih susah buat membaca. Kebanyakan anak-anak seusia dia ada yang sudah lancar membaca. Kemungkinan Abel susah membaca karena dia aktif di motorik, jadi agak lemah dalam hal akademis. Kemungkinan yang ke-dua adalah, karena anaknya aktif banget, suka dengan kegiatan-kegiatan yang bergerak, jadi kalau disuruh duduk buat belajar itu banyak jenuhnya.

Memang benar, kalau disuruh belajar, baru juga buka buku dia sudah ngantuk. Disuruh baca beberapa kata bilangnya capek, giliran disuruh istirahat setelah seharian main sepatu roda, bilangnya nggak capek.

Penanganan , di kasusnya Abel jelas berbeda dengan anak pada umumnya. Kalau yang lain bisa diajari membaca dengan cara biasa (duduk dan melihat tulisan), Abel jelas tidak bisa.

Salah satu cara yang bisa dilakukan untuk merangsang anak aktif belajar membaca adalah dengan permainan, misalnya membuat game menemukan huruf-huruf di dalam kotak, kemudian menyusunnya menjadi satu kata yang ditentukan. Cara ini mungkin lebih efektif diterapkan kepada anak aktif, jadi mereka bisa bermain sambil belajar.

Anak super aktif, jelas menuntut orangtua untuk ekstra sabar. Effort yang dilakukan untuk menangani anak tentunya lebih intens, bahkan kita dituntut untuk ikut aktif juga. Beberapa tips menangani anak super aktif:

  1. Mengajaknya bermain permainan edukatif, seperti menyusun huruf di kotak dan lain-lain
  2. Tidak membatasi gerak, namun tetap dengan pengawasan penuh
  3. Kenalkan pada banyak hal, biarkan dia menjadi kreatif melakukan hal-hal baru
  4. Perlahan-lahan berikan masukan dan informasi, sekilas dia terkesan tidak memperhatikan, tapi tanpa disadari akan terekam di memorinya
  5. Berikan banyak waktu untuknya, kalau dia bercerita dengarkanlah!

You may also like...

3 comments

  1. Oalah sama kayak Aim Mas, ga bisa diam kayak ga ada habisnya tuh baterainya.
    Di satu sisi kita senang punya anak aktif berarti dia sehat dan katanya cerdas, namun di sisi lain menuntut kesabaran dan effort yang lebih dalam mengawasi dan mendidiknya. Semoga anak2 kita bisa mengekplorasi kelebihan energinya itu untuk hal2 positif ya Mas, aamiin.

  2. Mungkin dia pemilik kecerdasan kinestetik mas. Anak seperti itu memang susah disuruh diam. Carikan hobi yang sesuai saja. Mungkin menari, berenang, atau olahraga yang berhubungan dengan kemampuan fisik.

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *