Melihat Anak-Anak Nge-Band Dari Sudut Pandang Orangtua

Dulu saya pernah bercita-cita jadi artis band terkenal, biasalah passion anak ingusan. Jaman dulu bermusik adalah hobi yang nggak pernah bisa saya tinggalkan. Saya adalah mantan penggebuk drum dari band-band yang jarang terkenal, saya nge-band dari sekitar SMP sampai menjelang menikah. Sampai akhirnya saya memutuskan untuk berhenti nge-band ketika saya menikah.

Bisa dibilang saat saya sedang panas-panasnya jadi anak band, orangtua tidak mendukung sama sekali. Okelah mereka tidak melarang saya band-band-an, asal tidak lupa kewajiban sekolah-belajar-mengaji. Ketiga hal tersebut adalah yang harus selalu diutamakan, band diijinkan hanya untuk hobi di waktu luang.

Beda dengan beberapa teman saya, yang sepertinya orangtua mereka memfasilitasi banget anak-anaknya untuk nge-band. Ada yang memasukkan anak-anaknya ke sekolah musik, membelikan perlengkapan alat musik beserta printilan-printilannya, bahkan sampai membiayai untuk rekaman dan lain-lain. Nah saya, buat beli stik drum aja harus ngumpulin dari uang jajan, itupun beli yang paling murah beberapa kali pakai langsung patah.

Bicara soal dan nge-band di mata orangtua, memang harus diakui ada beberapa pandangan yang berbeda. Kita tidak bisa menyalahkan perbedaan pandangan tersebut, karena memang tidak ada yang salah. Seperti halnya kalau mau makan wafer cokelat, mau langsung atau dingin itu tergantung dari selera masing-masing. Kita coba bahas anak ngeband dari sudut beberapa orangtua yuk!

Tipe-Tipe Orangtua Dalam Menyikapi Anak Nge-Band

band dari sudut pandang orangtua

I. Tipe Orangtua yang Menganggap Nge-Band itu Nggak Ada Masa Depannya

Tipe orangtua pertama saat menyikapi tentang anaknya yang hobi nge-band adalah, menganggap bahwa dengan bermain musik anak tidak akan mempunyai masa depan yang bagus. Memang kalau melihat artis-artis yang sudah sukses, hidup mereka seperti bergelimang harta. Tapi kan itu yang berhasil, yang tidak berhasil sukses justru jauh lebih banyak. Ujung-ujungnya menganggur dan jadi gelandangan. Untuk berhasil di dunia musik, tidaklah gampang. Karena selain faktor kemampuan dan membutuhkan dana yang besar, juga ada faktor lain seperti relasi, bakat, keberuntungan dan lain-lain. Itulah kenapa orangtua lebih cenderung tidak mendukung anaknya serius berkecimpung di dunia musik apalagi jadi anak band, resiko gagalnya terlalu besar.

II. Tipe Orangtua yang Melarang Anaknya Nge-Band Karena Dekat Dengan Dunia Hitam

Tipe orangtua yang kedua adalah orang yang menganggap bahwa kalau anaknya ngeband, akan dekat dengan dunia hitam seperti narkoba, minum-minuman keras, dunia malam, sex bebas dan lain-lain. Orangtua mana sih yang kepengen anaknya terjerumus ke salah pergaulan. Tipe orangtua ini biasanya adalah tipe orangtua yang nggak terlalu mengejar kekayaan dan popularitas saja, namun tetap memperhatikan kepribadian. Atau malah tipe ini adalah orangtua yang religius banget. Tidak ada yang salah dengan pemikiran seperti ini, meskipun tidak semua anak band itu selalu terjerumus di dunia hitam. Akan tetapi tipe orangtua seperti ini mempunyai anggapan lebih baik mencegah, daripada si anak nantinya malah terjerumus beneran.

III. Tipe Orangtua yang Tidak Melarang, Tetapi Tidak Juga Mendukung

Tipe ketiga adalah tipe orangtua yang tetap mengijinkan anaknya untuk nge-band, akan tetapi tidak mendukung dengan dalih nge-band hanyalah hobi pada waktu luang belaka. Boleh nge-band asalkan kewajiban-kewajibannya tidak terlalaikan, seperti sekolah, belajar dan lain-lain. Resikonya, kalau nilai pelajaran jelek, bisa-bisa malah dilarang nge-band sama sekali. Di posisi ini anak harus pintar me-manage waktu dan pikirannya.

IV. Tipe Orangtua yang Mendukug Banget Anaknya Nge-Band

Tipe yang terakhir adalah tipe orangtua yang mendukung banget anaknya Nge-band, mulai dari memasukkan anak ke sekolah musik, membelikan segala perlengkapan bermain musik, mengenalkan anak pada guru orang-orang yang sudah berhasil di dunia musik, sampai mau membiayai anak untuk keperluan rekaman, launching single, biaya perjalanan ke Jakarta dan lain-lain. Bisa jadi karena tipe orangtua seperti ini dulunya hobi nge-band juga tetapi tidak kesampaian jadi artis, atau bisa jadi orangtua ini sudah bisa membaca celah peluang pasar dalam dunia perBAND-an.

Beberapa tipe orangtua di atas tidak ada yang salah atau benar, masing masing punya pendapat yang berbeda. Pun begitu, suksesnya anak dalam dunia yang sudah menjadi passion-nya tidak dijamin dari dukungan oangtuanya. Semua tergantung dari beberapa faktor, seperti skill, bakat dalam menciptakan , keberuntungan dan lain-lain. Kerja keras dan pintarnya si anak dalam mencari karakter yang dibutuhkan untuk menjadi seorang bintang besar, juga bisa menjadi pendukun si anak dalam meraih kesuksesan.

You may also like...

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *