Air Terjun Madakaripura, Jawa Timur

Baca cerita sebelumnya: TOURING BROMO PAS LIBURAN, MACEEEET!

Jalan-jalan ke Bromo, Jawa Timur nggak lengkap banget kalau nggak mampir ke air terjun Madakaripura. Di cerita sebelumnya, saya dan rombongan touring terpisah karena saking rame dan macetnya di Bromo pas liburan. Akhirnya saya dan beberapa rombongan yang terpisah langsung menuju ke air terjun Madakaripura dengan harapan bisa bertemu kembali dengan rombongan yang terpisah.

Perjalanan ke air terjun Madakaripura nggak seberapa terjal dibandingkan ke Bromo, hanya beberapa kali melewati jalan yang kiri/kanannya jurang. Setelah berjalan sekitar 10-15 Km, kami sampai di gerbang pintu masuk. Untuk masuk ke lokasi air terjun diharuskan membayar tiket Rp 5.000 per orang, kemudian nggak seberapa jauh sampai di tempat parkir mobil dan motor yang di sekitarnya banyak warung berjualan kopi, gorengan ataupun mie instan. Bisa dibilang penduduk di sini ramah banget, kita boleh menitipkan helm, sepatu atau tas di warung-warung tersebut gratis. Yah sebagai imbalannya, beli saja gorengan atau kopi di situ. tapi kalaupun nggak beli juga terserah.

air terjun madakaripura, bromo

Kenapa sepatu harus dititipkan?

Nah, karena kita akan ber basah-basahan di sini. Ke air terjun Madakaripura kalau nggak turun dan basah-basahan, rugi banget. Karena dengan turun ke bawah lah kita bisa melihat keindahan air terjun Madakaripura. Jangan kuatir kalau nggak bawa perlengkapan basah-basahan, karena di sini banyak banget yang berjualan jas hujan dan sendal jepit.

Dari parkiran ke lokasi air terjun, kita masih harus berjalan kaki sekitar 1,5 Km lagi. Sambil berjalan kaki, kita bisa melihat keindahan alam sekitar, mau foto-fotoan juga bisa. Di sepanjang jalan juga banyak warung-warung serupa yang berjualan gorengan dan kopi. Ada juga beberapa toilet dan kamar mandi yang airnya langsung dialirkan dari pegunungan, adem banget!

air terjun madakaripura, bromo

Sebelum masuk ke lokasi air terjun, ada satu stan yang menjual jasa membungkus kamera/handphone dengan plastik bening agar masih bisa dipakai buat foto-foto. Dan nggak mahal, satu plastik pembungkus harganya hanya Rp 2000Β plus dibantu bungkusin juga biar aman nggak kemasukan air.

Jas hujan sudah siap, pembungkus HP/kamera sudah siap, turunlah kita ke bawah air terjun. Berasa lagi hujan deras.

Karena jalan yang dilewati adalah aliran air cukup deras dengan batu-batuan yang licin, kalian bisa memakai sendal karet tapi lebih beresiko terpleset. Atau mau tanpa alas kaki, lebih bisa mengendalikan biar nggak terpleset, tapi bakal sakit karena menginjak bebatuan. Kalau saya lebih memilih nggak pake alas kaki. πŸ˜€

Di bawah air terjun kerennya nggak nyantai!

air terjun madakaripura, bromo

air terjun madakaripura

air terjun madakaripura, bromo

Di bawah guyuran air terjun Madakaripura berasa adem banget, rasanya adem di mata dan di hati. Berasa nggak pengen cepet-cepet pulang. Konon kabarnya di sini adalah tempat bertapanya mahapatih Gajahmada selama bertahun-tahun, sampai akhirnya beliau menghilang dan nggak ada yang tahu keberadaannya. Itu mungkin asal muasal kenapa jasad Gajahmada tidak pernah ditemukan.

Puas menikmati pemandangan air terjun, dan berfoto-foto ria, saatnya kembali naik untuk persiapan pulang. Saat saya dan istri naik duluan, rupanya rombongan yang lain masih asyik di bawah. Ya sudah, kami berdua pun menunggu sambil menikmati kopi dan gorengan di warung-warung sekitaran. Sayang banget, saya dan istri adalah pengguna provider warna kuning (ind***at), di sini nggak ada sinyal sama sekeles. Jadinya nggak bisa update status deh, wkwkwk.

Nggak seberapa lama kami memutuskan untuk kembali ke lokasi parkiran, dan dalam perjalanan ke parkiran kami bertemu rombongan lain yang terpisah semalam. Di saat kami baru mau pulang, mereka baru datang. Rupanya mereka baru saja menolong korban kecelakaan di daerah Bromo. Wew, memang sih jalanan yang lumayan curam dengan jurang di kanan-kiri memungkinkan banget terjadi kecelakaan di sini. Akhirnya kami pun kemudian menunggu mereka yang baru datang, sambil beristirahat di sebuah pendopo. Sambil mengumpulkan kembali tenaga untuk perjalanan pulang.

Rasanya nggak lengkap ke lokasi wisata kalau nggak membeli buah tangan, terutama buat Abel anak kami. Pilihan jatuh pada kaos dan celana bertuliskan “Bromo”. πŸ˜€

Belanja atau menggunakan fasilitas di lokasi air terjun Madakaripura nggak lebay, harganya lebih bersahabat dibandingkan di Bromo yang untuk kencing saja harus mengeluarkan kocek lima ribu Rupiah. Ditambah pas beli buah tangan atau beli makanan di warung penjualnya itu super ramah banget-pake-Z, jadinya ‘bangetZ’! #OkeiniMaksa.

Sempet nanya-nanya juga sama mas mas penjual kaos, selain berjualan souvenir di sini, rupanya dia juga punya usaha persewaan mobil hartop di Bromo. Bahkan dia bercerita kalau beberapa hari lalu ada mobil yang terperosok ke jurang. Bisa dibilang kabar kecelakaan bagi penduduk asli sini itu sudah biasa banget, saking seringnya.

Beli oleh-oleh sudah, rombongan sudah kumpul, istirahat juga sudah puas. Sekitar jam 3 sore kami kemudian melanjutkan perjalanan pulang. Home sweet home! πŸ™‚

You may also like...

5 comments

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *