Jalan-Jalan di Air Terjun Coban Rondo, Pujon-Malang

Lama nggak jalan-jalan nih, akhirnya menjelang akhir tahun 2016 kemarin, saya dan keluarga mendapat kesempatan buat jalan-jalan lagi. Kali ini kami berkunjung ke daerah wisata Coban Rondo, Pujon, Malang Raya. Dan jalan-jalan kami kali ini disponsori kembali oleh kantornya istri, wkwkwk. Maklum ini ke sekian kalinya saya ikut family gathering yang diadakan oleh kantor tempat istri saya bekerja.

Ngomongin soal wisata Coban Rondo, yang paling ngehitz di sini itu air terjunnya. Konon menurut cerita, di air terjun ini dulu merupakan tempat persembunyian Dewi Anjarwati yang sedang menunggu suaminya, Raden Baron Kusumo yang sedang berkelahi dengan Joko Lelono karena berniat untuk merebut istrinya. Hanya sayang keduanya sama-sama tewas, dan akhirnya Dewi Anjarwati menjadi janda. Kemudian air terjun ini dinamakan Coban Rondo, yang berarti “air terjun janda”. Cerita selengkapnya bisa dibaca di SINI.

air terjun coban rondo, wisata batu malang
Air terjun Coban Rondo, yang berarti “Air Terjun Janda”

Untuk perjalanan menuju lokasi wisata Coban Rondo, bisa ditempuh dari beberapa arah. Untuk yang dari Surabaya atau Malang, bisa lewat Batu sampai ke kecamatan Pujon. Atau yang dari Kediri bisa lewat simpang lima Gumul, ikuti papan petunjuk menuju Batu/malang. Kalau ketemu persimpangan yang ada patung sapi-nya, selamat, itu berarti pintu masuk Coban Rondo sudah dekat.

Memasuki lokasi wisata Coban Rondo, kita akan disuguhi oleh pemandangan pepohonan Pinus. Namun begitu, lokasi ini bisa banget diakses oleh banyak kendaraan, termasuk salah satunya bis besar seperti yang saya dan rombongan gunakan kemarin. Bahkan untuk lokasi tempat parkirnya pun cukup luas untuk beberapa bis maupun puluhan mobil pribadi.

air terjun coban rondo, wisata batu malang
Gapura akses masuk ke air terjun Coban Rondo

Dari lokasi parkir, nggak jauh kok untuk menuju ke lokasi air terjun. Paling sekitar 200 meter jalan kaki, sudah terlihat gerbang/gapura bertuliskan Coban Rondo dengan dua patung membawa pentungan di bawahnya. Lokasinya masih di dalam hutan Pinus, dan jangan kaget kalau di lokasi air terjun ini banyak banget monyet bertebaran dengan bebas. Mereka nggak jahat kok, malah masih lebih bersahabat daripada monyet-monyet di Sangeh, Bali. Mereka berkeliaran di antara manusia, terkadang mereka mendekat kalau ada orang yang membawa makanan. bahkan saat saya memberi mereka makan langsung dari tangan saya, aman!

wisata air terjun coban rondo batu malang
Banyak monyet yang berkeliaran dengan bebas, tapi aman kok!

Ke lokasi air terjun Coban Rondo, nggak lengkap kalau nggak main air. Terlebih buat anak saya Abel yang seneng banget main air, bisa dipastikan kalau dia minta turun ke sungai.

Tapi awas, jangan mandi langsung di bawah kucuran air terjunnya. Airnya derres banget, bahaya! Kalau saya dan istri sih mending selfie, biar aman. 😀

wisata air terjun coban rondo batu malang

Puas main-main di air terjun, saya dan rombongan pun kemudian melanjutkan perjalanan ke villa yang masih satu lokasi di Coban Rondo juga. Untuk mengikuti serangkaian acara lainnya. 🙂

You may also like...

2 comments

  1. Cerita Legenda Asal Muasal Air Terjun Coban Rondo
    Dahulu kala, hiduplah sepasang pengantin baru, yang perempuan berasal dari Gunung Kawi bernama Dewi Anjarwati dan yang laik-laki berasal dari Gunung Anjasmoro bernama Raden Baron Kusumo. Setelah selapan atau 36 hari usia pernikahanya, pengantin perempuan Dewi Anjarwati mengajak Raden Baron Anjasmoro atau suaminya, untuk mengunjungi rumah mertuanya yaitu di Gunung Anjasmoro. Namun, usia selapan atau 36 hari dalam pernikahan menurut adat atau orang jawa belum boleh atau dilarang keluar atau berpergian terlalu jauh. Akan tetapi, sepasang pengantin baru tersebut yaitu Dewi Anjarsari dan Raden Baron Anjasmoro tidak mendengarkan dan mengacuhkan adat tersebut. Setelah mereka sampai di tengah perjalanan, datanglahJokoLelono yang tidak sengaja terpikat oleh kecantikan Dewi Anjarwati.
    Ketika itu, Suami Dewi Anjarwati memerintahkan anak buahnya untuk membawa istrinya ke sebuah tempat yang ada air terjunya yang dalam bahasa jawa dinamakan coban. Setelah Dewi Anjarwati dibawa ke air terjun tersebut, Raden Baron Anjasmoro dan JokoLelono pun bertempur sampai keduanya pun mati. Sejak saat itulah Raden Anjarwati menjadi seorang janda yang dalam bahasa jawa dinamakan Rondo. Dan sejak peristiwa itulah air terjun tersebut sampai dinamakanAir Terjun Coban Rondo.

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *